LensaTerkini -Untuk pertama kalinya setelah 10 tahun merdeka, Indonesia menggelar pesta demokrasi di tahun 1955. Saat berlangsungnya Pemilu pada tanggal 29 September 1955, banyak kejadian 'aneh' di berbagai daerah.
Pemilih Kesal Hingga Pemungutan Suara Berakhir Pukul 21.00 WIB
Pemilih di Kota Bandung banyak yang dongkol dan kesal saat melakukan pemungutan suara. Hingga sore hari sekitar pukul 18.00 WIB, masih banyak pemilih yang belum menggunakan hak suaranya. Hal itu berdasarkan pantauan wartawan Pikiran Rakjat.Dari pantauan wartawan Pikiran Rakjat tersebut, saat Pemilu berlangsung hujan lebat mengguyur Kota Bandung.
Perampokan di Sejumlah Daerah di Jawa Barat
LensaTerkini - Pada umumnya, Pemilu di Jawa Barat aman dan terkendali. Meskipun ada beberapa kejadian garong atau perampokan-perampokan kecil yang terjadi. Perampokan ini tidak terkait dengan pemungutan suara. Melainkan murni kriminalitas.?Kemudian di Kampung Ucur, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang 5 rumah dirampok oleh 7 orang dengan senjata karaben dan golok.
Pembakaran TPS, Rumah Warga, Hingga Penembakan
TPS Cisindang (Dukuh), Kabupaten Bandung tiba-tiba dibakar segerombolan orang. Beruntung, surat suara di TPS tersebut tidak terbakar sama sekali. Di tempat terpisah, gerombolan orang melakukan pembakaran di Cirojom, Desa Bunigara, Tasikmalaya. Tidak diketahui persis motif pembakaran kelompok ini.Masih di Jawa Barat, 15 Orang yang tergabung dalam kelompok pimpinan Gebod melakukan penyerangan di Cibarusa. Di desa bagian Selatan lainnya dimasuki sekelompok orang bersenjata.?Selain itu, tembak-tembakan terjadi antara pihak berwenang dengan sekelompok orang di Pasir Cipisan, Kabupaten Cianjur.
Truk Pembawa Surat Suara Terbalik
LensaTerkini - Sebuah truk yang membawa surat suara untuk Cilangar mengalami kecelakaan di Cikari. Truk tersebut terbalik hingga mengakibatkan surat suara tersebut basah dan tidak bisa dipakai lagi.
Saluran Telepon Putus
Dua rumah di Kampung Babakan Tipar, Kabupaten Garut dibakar oleh sekelompok orang. Di daerah lain yang masih dalam wilayah Garut, saluran telepon tiba-tiba terputus. Diduga karena sudah tua.
Ratusan Anggota Salfudin Membawa Mortir di Kuningan
LensaTerkini - Sekitar 200-an anggota kelompok di bawah pimpinan Salfudin mendatangi Kabupaten Kuningan. Mereka membawa senjata api dan mortir. Mereka akan menyeberang ke Ciwaru. Tidak diketahui motif kelompok ini dalam membawa senjata api berbahaya tersebut.






